Saturday, January 14, 2012

Selamat menempuh hidup ba(r)u!!

Somewhere between 20 and 30 you'll finally will arrived on this phase of life : -people-start-asking-when-you-will-get-married phase.

Mereka mulai merasa berhak buat tahu. Atau mereka hanya jadi bagian dari norma yang mereka anggap perlu dipertahankan. Wanita-harus-segera-menikah. Atau orang-orang ini segera melabeli kamu sebagai perawan-tua. 

Gw baru sadar kenapa orang-orang pantas bilang "Selamat" buat para pengantin baru. Di balik ucapan Selamat Menempuh Hidup Baru sebenarnya terselip kalimat "Selamat ya kamu udah keluar kemungkinan dilabeli perawan-tua"
Bagi orang-orang macam ini Pernikahan jelas sebuah prestasi. 
Dan ya perayaan berupa resepsi mewah wajar banget dilakukan. 

Dan orang-orang semacam gw, berusaha menyelamatkan diri dari kenyataan ini. 
Berusaha bikin dunia yang lebih nyaman buat ditinggali. 
Tanpa harus merasa memenuhi takdir buat memuaskan rasa keingintahuan orang lain. 

Buat apa sih nikah kalau cuma ingin dikasih "Selamat"? 
Buat apa kalau cuma ingin memenuhi ekspektasi orang lain? 
Next time, you'll be alone. Maybe cry or desperately silent, regret all you did to satisfied people. Saat itu terjadi, dimana mereka? Siap-siap di depan jendela lo buat mulai nyebarin kabar kalau lo nggak bahagia.

Apa itu hidup yang lo mau?

 Kita punya PILIHAN. Untuk mendengarkan atau tidak. 
 Kita punya PILIHAN. Untuk ikut aturan mereka atau tidak. 
 Kita punya PILIHAN. Untuk menentukan seperti apa hari besok. 
Karena itulah yang membuat hari ini berbeda, karena kita tahu ada yang namanya : esok. 


 *me: chosing for not chosing (yet), and enjoy how much freedom we can taste on this Mid 20 Crisis ;)
There was an error in this gadget