Showing posts with label #30hari. Show all posts
Showing posts with label #30hari. Show all posts

Saturday, July 21, 2012

#30hari-END


pernah nongkrong di jembatan penyebrangan (Trans Jakarta) buat nunggu matahari terbit? saya baru saja melakukannya..

terbayang sorotan mata tajam para pejalan kaki. Mungkin beberapa diantara mereka berpikir saya ingin bunuh diri!! tapi itu belum seberapa dibanding tatapan aneh 3 nenek pengemis yang berbagi wilayah bisnis di jembatan itu.. (come on,, saya kan nggak ngebajak customer Nenek!)

Hanya saja.. setelah semalam menikmati bulan yang cantik sekali itu
pagi ini saya hanya berharap bisa mencumbui sinar matahari perawan, makanya saya ambil arah timur, hanya mematok pandangan ke arah yang sama.. berharap si bulat jingga menampakkan kharismanya (yang selalu memukau saya)

tapi saya kurang beruntung
matahari sedang diculik mendung, rasanya ingin marah
memaki: 'masa se-melimpah sinar mentari saya tidak bisa saya petik sedikitpun pagi ini?!'
saya tak pernah bisa bangun pagi.. kalau saya hadir disini hari ini, adalah karena semalaman saya belum tidur (sampai saat saya menulis post ini)

......
saya hanya menikmati detik di ketinggian- jembatan itu goyang tiap truk tronton lewat FYI
tapi suara yang terdengar hanya riuh yang tak gaduh
seperti harmoni yang menyibukkan telinga agar meracau di dalam kepala supaya sedikit punya instrument

betapa kesedihan bisa menculik kebahagiaan dalam sekejap menyekapnya berjam-jam, dan membunuhnya. ternyata tak cukup jarum jam yang menyuntik, tapi juga bahasa yang maknanya bisa membuatku berharap tak bisa mendengar (saja)

tak ada yang bahagia.
kami menangis. sama-sama menangis.

apa yang tersisa dari #30hari selain tulisan-tulisan di blog ini? dan twitter? dan facebook?
hanya memori yang menangkap bahwa #30hari ini pernah ADA
dan membuat kami menjadi 2 manusia yang belajar dan bermimpi

di akhir hari ini
semoga masing-masing kami sudah bisa tersenyum, menyadari betapa cinta tak pernah bermuara pada sandaran yang sama, tak pula dalam wujud yang serupa

;; hanya dua manusia yang mengecup sepi, mengolah rindu, membakarnya menjadi bara, agar nyala persahabatan itu tetap ada..(bisakah?)

;; maaf kawan, kalau akhirnya tak seperti yang semua harapkan ;;

tak pernah ada yang akan tahu kenapa 6 jam lalu kami masih bisa tertawa tapi 2 jam selanjutnya berpelukan dalam nyeri yang luar biasa melapang membentang

terima kasih
atas semua atensi dan doa yang diberikan mengiringi saya menjalani #30hari ini
tidakkah semuanya sepakat.. tak ada yang ingin gagal :

Beberapa dari kita mesti bilang tamat, sisanya hanya senandung rindu yang berganti format.

entah kami masuk yang mana.
hanya 2 orang yang pernah berpegangan tangan dalam bahagia
dan menjadi 2 orang yang berpelukan dalam.... ya, lega.

Saya pamit dari label ini (tapi akan tetap terus menulis)
bagaimana cinta akan menemukan saya (lagi)? cukup menarikkah untuk diikuti?

seperti semua creator yang hobinya mengunyah bahasa, saya akan terus memuntahkan prosa dan puisi atau narasi.. saya hanya punya #eskalaside, jadi di dunia inilah saya akan terus menjadi @djatya .. yang naif, yang suka berkata-kata, (sekarang) yang mencari.. CINTA

XOXO
#30hari -end

Bertahan [saja]


Kenapa aku begitu, m.a.r.a.h?
Dengan ‘tidak’-mu?

Ya, ternyata aku sangat marah.
Karena

Baru kusadari.
…. kau mengkhianati keajaiban.


Kau jejalkan mimpi,
Lalu kau cabut paksa.
Kau ubah banyak mustahil,
Dan kau tarik kembali sekencangnya.

aku sedikit lagi percaya, bahwa aku pantas bahagia
dan mungkin Tuhan tak perlu membuatku menunggu lama
aku sedikit lagi percaya, kalaupun sakit aku akan menanggungnya berdua
dan ternyata ada cinta yang disisakanNya untuk kurasa

tapi kau 
mengambil 
keajaibanku.


Dan sekarang, disinilah tempatku.
Meneror setiap ungkapan bahagia dengan sinisme tingkat dewa
Berhenti percaya bahwa penyelamatan itu akan terjadi pada waktunya
Dan merasa cinta hanya kiasan untuk akhir yang sarat derita

Harapan, kini menyakitiku.
Optimis, kini menjadi musuhku.

Priaku,
Kau membuatku tahu bahwa mencintai datang dengan konsekuensi yang besar
Dan karenanya aku menutupnya dalam bunker rahasia
Yang sudah kubuang petanya.

Cinta membuatku muak dalam banyak cara.
Dan meskipun tertawa, aku menyimpan makian banyak untuk dunia.

Tapi apakah aku punya pilihan?
Aku hanya lakukan 1 hal sekarang,
Dan itu adalah,
BERTAHAN.