Thursday, August 23, 2012

[PART 1] ketidakwarasan.



Kemenangan terbesar hati atas otak, adalah waktu bangun pagi
Waktu udara sepertinya punya zat yang memfilter segalanya,
Menjadi jelas, mudah terbaca.
Saat itulah aku tahu,
seberat itu aku sudah patah hati.

Aku hanya bisa benamkan kepala di bawah bantal
Berharap gelap membawa wajahnya pergi
Tapi tanpa perlu mengemis pada otak,
Memori sudah membuatnya datang lagi, lagi, lagi

Lalu aku coba meraba pelan-pelan
Seberapa sakit itu sudah terasa
tanpa merasa perlu kasihan,
Ia hadir lagi di hantaman keras sepotong kesimpulan :

Dia sudah pergi.

/
/
/
/

Lalu jam, menit dan detik sepakat berhenti
Memberikan impuls otak untuk memilah dan meyakini
Bahwa cinta untuknya pernah sebesar dunia
Bahwa cinta padanya pernah membuatku merasa begitu sempurna
Dan cinta itu sudah dikemasinya pergi

Dan cinta yang sama, membunuhku dalam s.e.p.i

Berhari-hari..
Berbulan-bulan..
Bertahun-tahun..

Apa yang harus kulakukan dengan kenyataan,
Bahwa kau hadir di setiap partikel mimpi?

Kau cukup ADA, dan semuanya terasa lengkap dan baik-baik saja

Bagian yang paling sulit,
Adalah merelakanmu menjadi satu dari milyaran manusia
Dari ‘kelak’ menjadi kata ‘pernah’ dan ‘tamat’
Bagaimana aku bisa mengekstraksi mimpi,
Meniadakan namamu, dan mulai dari awal lagi?





dear, kumohon, kembalikan hatiku.



Sunday, July 29, 2012

Lagu Ciptaan Saya


2002. 
Kelas 2 SMA, sejak punya Supernova cetakan kedua, hadiah dari cinta pertama saya, saya mulai menulis puisi. Banyak. Banyak sekali. 

karena cinta pertama juga, saya mengalami patah hati hebat pertama kalinya, saya tak tahu kalau kehilangan bisa segitu menohoknya. Dan lebih menyakitkan lagi karena saya harus bertemu dia, setiap hari, di kelas yang sama. Saya belajar mengatasi tangis dengan hal lain : menulis. Kata-kata yang sebelumnya cuma jadi penyampai rasa, sekarang punya lebih banyak makna. saya sebelumnya tak tahu, saya punya kemampuan mengunyah bahasa jadi punya banyak rasa ; sakit, bahagia, super sakit atau super bahagia. 

Sampai Ibu Sudarsah, guru Bahasa Indonesia kami, membukakan satu lagi passion saya : menciptakan lagu. 

Waktu beliau memberikan tugas musikalisasi puisi, saya tahu betul apa yang ingin saya tulis, dan apa yang harus cinta pertama saya dengar : 

Antara kau dan aku

Seribu janji tak cukup nyaliTak bisa kutorehkan luka kepalsuan iniSeperti dia pernah lakukan padakuTak bisa kuberikan, ceria iniSampai dia kembalikan hatiku kemariAntara kau dan akuBelum bisa ada, jalinan kenanganAtau kau masih mampu, berdiri menopangkuJika kau sanggup mendongak ku kan menimpaliTapi bukan penggalan,Detik, menit ini

Reff :Tunggu aku disanaBawakan aku setangkai mawar merahDan hiasi dengan, kegalauan asaPenggalan waktu itu hanya aku milikmuYang bangun Kerajaan CeriaDi hadapan gurun kematian detik, jam dan menitAtas awan yang menggiring melangitPergilahKe jelita gilamu sendiriBukan ku yang harus kau hiasi

akhir semester itu, Sahabat saya, yang juga sahabat dia, menyatakan cintanya untuk saya. menggenapi peran di puisi itu. Saya tak bisa memberikannya hati yang tak pernah dikembalikan cinta pertama saya. dan saya sadari, bagian hati itu tak akan pernah kembali lagi. 
Ini lagunya, enjoy : 
Antara Kau dan Aku  

Saturday, July 21, 2012

#30hari-END


pernah nongkrong di jembatan penyebrangan (Trans Jakarta) buat nunggu matahari terbit? saya baru saja melakukannya..

terbayang sorotan mata tajam para pejalan kaki. Mungkin beberapa diantara mereka berpikir saya ingin bunuh diri!! tapi itu belum seberapa dibanding tatapan aneh 3 nenek pengemis yang berbagi wilayah bisnis di jembatan itu.. (come on,, saya kan nggak ngebajak customer Nenek!)

Hanya saja.. setelah semalam menikmati bulan yang cantik sekali itu
pagi ini saya hanya berharap bisa mencumbui sinar matahari perawan, makanya saya ambil arah timur, hanya mematok pandangan ke arah yang sama.. berharap si bulat jingga menampakkan kharismanya (yang selalu memukau saya)

tapi saya kurang beruntung
matahari sedang diculik mendung, rasanya ingin marah
memaki: 'masa se-melimpah sinar mentari saya tidak bisa saya petik sedikitpun pagi ini?!'
saya tak pernah bisa bangun pagi.. kalau saya hadir disini hari ini, adalah karena semalaman saya belum tidur (sampai saat saya menulis post ini)

......
saya hanya menikmati detik di ketinggian- jembatan itu goyang tiap truk tronton lewat FYI
tapi suara yang terdengar hanya riuh yang tak gaduh
seperti harmoni yang menyibukkan telinga agar meracau di dalam kepala supaya sedikit punya instrument

betapa kesedihan bisa menculik kebahagiaan dalam sekejap menyekapnya berjam-jam, dan membunuhnya. ternyata tak cukup jarum jam yang menyuntik, tapi juga bahasa yang maknanya bisa membuatku berharap tak bisa mendengar (saja)

tak ada yang bahagia.
kami menangis. sama-sama menangis.

apa yang tersisa dari #30hari selain tulisan-tulisan di blog ini? dan twitter? dan facebook?
hanya memori yang menangkap bahwa #30hari ini pernah ADA
dan membuat kami menjadi 2 manusia yang belajar dan bermimpi

di akhir hari ini
semoga masing-masing kami sudah bisa tersenyum, menyadari betapa cinta tak pernah bermuara pada sandaran yang sama, tak pula dalam wujud yang serupa

;; hanya dua manusia yang mengecup sepi, mengolah rindu, membakarnya menjadi bara, agar nyala persahabatan itu tetap ada..(bisakah?)

;; maaf kawan, kalau akhirnya tak seperti yang semua harapkan ;;

tak pernah ada yang akan tahu kenapa 6 jam lalu kami masih bisa tertawa tapi 2 jam selanjutnya berpelukan dalam nyeri yang luar biasa melapang membentang

terima kasih
atas semua atensi dan doa yang diberikan mengiringi saya menjalani #30hari ini
tidakkah semuanya sepakat.. tak ada yang ingin gagal :

Beberapa dari kita mesti bilang tamat, sisanya hanya senandung rindu yang berganti format.

entah kami masuk yang mana.
hanya 2 orang yang pernah berpegangan tangan dalam bahagia
dan menjadi 2 orang yang berpelukan dalam.... ya, lega.

Saya pamit dari label ini (tapi akan tetap terus menulis)
bagaimana cinta akan menemukan saya (lagi)? cukup menarikkah untuk diikuti?

seperti semua creator yang hobinya mengunyah bahasa, saya akan terus memuntahkan prosa dan puisi atau narasi.. saya hanya punya #eskalaside, jadi di dunia inilah saya akan terus menjadi @djatya .. yang naif, yang suka berkata-kata, (sekarang) yang mencari.. CINTA

XOXO
#30hari -end

Bertahan [saja]


Kenapa aku begitu, m.a.r.a.h?
Dengan ‘tidak’-mu?

Ya, ternyata aku sangat marah.
Karena

Baru kusadari.
…. kau mengkhianati keajaiban.


Kau jejalkan mimpi,
Lalu kau cabut paksa.
Kau ubah banyak mustahil,
Dan kau tarik kembali sekencangnya.

aku sedikit lagi percaya, bahwa aku pantas bahagia
dan mungkin Tuhan tak perlu membuatku menunggu lama
aku sedikit lagi percaya, kalaupun sakit aku akan menanggungnya berdua
dan ternyata ada cinta yang disisakanNya untuk kurasa

tapi kau 
mengambil 
keajaibanku.


Dan sekarang, disinilah tempatku.
Meneror setiap ungkapan bahagia dengan sinisme tingkat dewa
Berhenti percaya bahwa penyelamatan itu akan terjadi pada waktunya
Dan merasa cinta hanya kiasan untuk akhir yang sarat derita

Harapan, kini menyakitiku.
Optimis, kini menjadi musuhku.

Priaku,
Kau membuatku tahu bahwa mencintai datang dengan konsekuensi yang besar
Dan karenanya aku menutupnya dalam bunker rahasia
Yang sudah kubuang petanya.

Cinta membuatku muak dalam banyak cara.
Dan meskipun tertawa, aku menyimpan makian banyak untuk dunia.

Tapi apakah aku punya pilihan?
Aku hanya lakukan 1 hal sekarang,
Dan itu adalah,
BERTAHAN. 

Monday, July 2, 2012

There's no limit to One's imagination

There's no limit to One's imagination - KLIX Digital

Itu bisa dibilang taglinenya KLIX, jiwanya KLIX, passionnya KLIX.
Dan di bawah tagline itulah, kami bekerja keras setiap harinya,
Bersenang-senang untuk deadline

Bulan ini,
Bulan ke-12 saya menjadi Ranger -
Selama itu pula saya dapat beberapa telpon untuk pindah ke agency lain (include tawaran di client-side), dan ..

Tidak.
Itu jawaban saya. -wait a minute, did i say it??

Haha, ya, saya bilang tidak.

Karena -entah mantra apa yang mereka masukkan ke air putih saya setiap hari-, setiap dapat tawaran itu, saya bisa terdiam lama di meja saya, melihat sekeliling, dan mata langsung panas.

.. Saya nggak bisa ninggalin mereka.

Karena saya seorang Ranger.
Karena saya berdarah biru.
Karena saya harus ada disana waktu Klix dapat penghargaan Digital Agency of The Year.

Menjadi seorang Ranger berdarah biru, artinya :

  1. kamu nggak akan pernah ngerasa bekerja, karena pada dasarnya semua bersenang-senang. Ibarat bekerja kelompok di rumah teman, kita bebas berbagi candaan, bebas mengeroyok makanan, bebas main gitar-gitaran, dan bebas hilir mudik nggak pakai sandal. Kami sekelompok anak TK yang diminta gurunya buat bikin taman bermain di dalam kelas.
  2. kami berbagi passion, dedikasi dan determinasi. Karena ini bagian hidup kami, alasan untuk bangun dan bisa mengangkat pantat dari kasur. Karena setiap harinya -meskipun dengan senyuman- adalah pertempuran yang harus dimenangkan. Hati kami ada di setiap brief yang sempurna, presentasi yang sempurna, dan setiap senyum kepuasan dari client, adalah tanda, kami sudah memenangkannya.
  3. kamu nggak akan pernah merasa sendirian, karena selalu ada team yang ngangkat semangatmu waktu jatuh, dan bantuin cari solusi terbaik buat keluar dari masalah. Akan selalu ada tangan yang menggapaimu waktu di bawah, dan menamparmu kalau kamu lengah, atau pongah.
  4. kami punya Mas Mu'min dan Mbak Adit. Daddy dan Mommynya Klix. Duet Ranger yang selalu bikin kami merasa disayang seperti anak sendiri. Mereka adalah energi, supporter dan seorang guru. Keduanya mungkin partikel inti yang membuat nafas Klix bisa seharmonis ini. 

Saya dedikasikan tulisan ini untuk momen setahun saya di KLIX Digital, bukan agency biasa, ini KLIX. Saya dedikasikan untuk team terbaik seumur hidup saya, yang dengan sepenuh hati harus pasrah berbagi deadline ; Pandu, Reza, Mas Tinto, Dhany, Batak, Ami, Cindy, Lusi, Ina, Intan, Cici, Mas Irwin, Mas Andy, Vero, Erick, Angky, Ega, Anggun, Vris, Mas Krisna.. Dan saya harus sebutkan Gorga (dude, buruan sih kelarin skripsinya! You are Ranger!)

Dan untuk serdadu Account : The Gengges, The junior gengges, The Monolog, The Snow White, and The Keren, you all know which one is you, terima kasih mau berbagi dukanya merevisi SOW, ditawar pula -, dibrief mendadak sama klien dan dimarahin strategist. KLIX butuh ranger terbaik buat jadi wajah dan tangan Klix. You are the best :) kita punya satu sama lain.

Saya dedikasikan untuk Mas Mu'min, yang baru dipromosikan jadi bagian dari Board of Director, dan Mbak Adit yang baru dipromosikan jadi General Manager. Siap melayani, capt. Lets sail the ship safely. DNA kami yang bikin kami selalu menyemangati diri sendiri, berharap dibawa ke Bali *ups*

Dearest Pandu, thank you for brought me here. It is one of milestone yang pastinya bakal gw banggain sepanjang karir gw. Being here today is special experience and i will thankful every single day of it.

2 Juli 2012. I love you all.
Nggak usah nunggu resign buat bilang ini.

P.S : nggak percaya bekerja bisa sebahagia ini? Kirim CV kamu ke rezki.jatianing@klixdigital.com, and i'll show you.

Sunday, June 3, 2012

Kehilangan Sahabat [DUA]


Kalau hidup adalah tentang chapter-chapter buku.
Chapter 1 ku adalah tentang belajar membaca, menulis, matematika, jatuh cinta dan patah hati.

CHAPTER 2, menemukanmu.
… rasanya selalu ada titik di akhir sebuah kalimat jawaban. Tapi milikmu, selalu berakhir dengan tanda tanya?


Subuh masih menggantung saat kau selesaikan lagu lirih di gitar kesayangan. Aku terkantuk-kantuk di penghujung kasur. Disana, di depan pintu, kau merasakan sesapan terakhir sebatang rokok sebelum menghempaskan abu terakhirnya ke tempat sampahku.

Saat aku memandangmu, memikirkan jutaan kalimat yang tercipta begitu saja, kau sedang memandang langit subuh. Entah untuk siapa?

“makasih, lo bikin gw kayak hari ini”
“salah, gw yang makasih, tanpa lo gw nggak akan kayak hari ini”
dan kalimat kita terjun bebas di keheningan panjang setelah sibuk berceloteh selama 2 jam di sambungan telpon seluler. 1 jam cuma 1000.

Aku tak mengerti kenapa jawaban itu seperti sihir yang membekukan jam. Aku nyaris lupa, kita ini siapa?

Mulanya obrolan yang akan bertahan sampai perut lapar
Disambung telpon panjang berjam-jam
Kemudian rentetan huruf lewat pesan
Lalu sesekali menyapa di social media,

Sampai aku kirim 4 kata, hari ini
“hai ….., ini tya”
dan tak melahirkan jawaban.

Kupikir,
Kau, tetap sebuah, pertanyaan? 


Kehilangan Sahabat [SATU]


Bandung pagi ini,
melahirkan aku ke dalam subuh yang menyakiti
hirup basah udara yang impulsnya mengangkat nyali pergi
memunculkan setiap jengkal kenangan, yang ternyata pernah ada, pernah terjamah di sebuah tempat bernama hati

muncullah seketika,
seorang aku, yang pernah muda dan tak tahu dunia selain semua yang dibawakanmu ke hadapannya. 

,,
yang ada di dalam kosannya, bersamamu.

kita pernah menjadi Sherlock Holmes & dr. Watson
pernah jadi Nobita & Doraemon
pernah jadi Sunlight dan Scotch Brite, atau Gayus dengan wignya

................... 

pernah jadi 2 orang yang duduk di kaki Manglayang sesaat sebelum tahun baru.
itu kita, bro.

kita sudah tumbuh berlainan. kita sekarang berjauhan. menggenapi kisah tentang 2 orang yang tak sadar sudah berpisah.. terlalu lama. aku tak tahu sejak kapan, aku tak pernah berusaha memperhatikan. kau pelan-pelan menjauh dari pandangan-baik virtual atau kenyataan. kita tak lagi jadi 2 orang yang saling duduk menyapa, mengajukan pertanyaan dan jawaban bergantian. 

tidak ada lagi kita.

kau tumbuh jadi pribadi yang bersebrangan. punya argumen yang teramat memuakkan, menjadi sosok -seolah sempurna- yang mengganggu pikiran. berbicara semua hal yang tak pernah ingin kudengar. bersahabat dengan orang yang paling ingin kutiadakan eksistensinya. kau sudah pergi jauh dari kesejiwaan. kau melangkah keluar dari kesemua-samaan. kau orang asing yang -kuminta- bisa terlupakan.

tapi ternyata tidak.

karena aku mengkangenimu, bro. karena aku harus jujur, membutuhkan tamparanmu. karena aku harus jujur, masih berharap jadi bagian hidupmu. jadi sejarah panjang di takdirmu. jadi tujuan di suatu pagimu. 

aku pernah jatuh cinta padamu,
dan sudah kuterima kekalahanku.
tapi tidak ingin kuikhlaskan kehilanganmu.. tidak ingin kuulangi mengemisi kehadiranmu..

kembalilah padaku bro. duduklah di sampingku, dengarkan ceritaku.
ingatkan aku,

kemana jalanku pulang.