Saturday, September 10, 2011

Kenalin, ini suami saya

sebagai anak ahensi, shooting ibarat pizza di kala tiap hari biasa makan warteg (literally sih).. pokoknya shooting itu kerja yang bisa hura-hura. yeah! bagi gue yang memutuskan buat pindah ke jalur digital, gue nggak nyangka bisa ikut shooting lagi..

well, i'm here today.. shooting location! dan betapa menyenangkannya bisa bersenang-senang ngatur orang, makan banyak, internetan, baca buku sambil tetep .. dibayar!!

(tya..... kepanjangan dah intronya!):galit:

ok.. ok.. :argh: emang bukan itu yang mau gue ceritain.
hari ini, ada 1 kalimat yang jadi terngiang-ngiang sama gue sampai sekarang. bukan karena singkatnya kalimat itu, tapi karena timing dan konteksnya yang menohok hati.


..........
bos gue -my favorite career woman so far- yang datang dari pagi, setelah makan siang nggak keliatan. kemudian dia datang dengan muka yang sumringah dan di belakangnya seorang pria mengikuti.

bos gue ini langsung ngampirin kami yang lagi duduk santai dan bilang sebarisan kalimat yang jadi sabab musabab gue nulis blog ini. dia bilang :
"kenalin.. ini suami saya." ---- dengan nada datar yang seolah tanpa emosi
suami saya. suami saya. suami saya. suami saya.
su..a..mi sa..ya (ya! ya! tya we got it) :yawn: :yawn:

see? "ini suami saya" yang menohok hati gue sampai jam segini.
gue bukan cuma mendengarnya secara vokal dan deretan alfabet i-n-i s-u-a-m-i s-a-y-a, tapi gue mendengar nada yang nggak pernah gue denger di kalimat apapun yang pernah diucapin bos gue ini di beberapa jam sehari pertemuan kami di kantor.

ya, gue dengan jelas mendengar sebuah kebanggaan di dalamnya, pengakuan, keterikatan (attached) bahkan pujian!!

dan seketika bos gue muncul dengan konteks yang nggak pernah gue liat sebelumnya : "belong to somebody"

DAMN!!!!!
body language nya langsung berubah, bahkan cara duduknya waktu duduk di samping suaminya. (bahkan dia sendiri mungkin nggak sadar) tapi gue melongo. terngiang-ngiang kalimat pertama yang dia ucapin tadi "ini suami saya.."

mungkin memang sense itu yang sebenarnya dia ucapin waktu kenalin suaminya tadi bahwa "i'm belong to somebody" dan gue tertohok betapa kata "will you marry me" adalah sebuah hadiah buat seorang perempuan yang dicintai.

yeah, somewhere, somehow sense "attached to something" adalah sebuah perasaan yang diinginkan setiap orang. Ada kecenderungan kita untuk menginginkan sesuatu yang pasti untuk tempat kembali "pulang", diandalkan, dituju, dinanti.

gue inget satu statement nanceb ini sampai sekarang "a career is wonderful, but you cant curl up with it in a cold night"
:sweaty:


bahkan untuk orang yang nggak ingin terikat, dia pasti mengikatkan diri pada sesuatu. pekerjaan, passion, hobi. anything. karena tanpa itu, hidup rasanya flat kayak dada gue *hush*.. yeah hidup rasanya hambar tanpa bumbu. Bahkan seorang petualang pun pada akhirnya butuh rumah....

dan gue masih merinding dengan kalimat itu sampai sekarang "kenalin. ini suami saya"
dan hanya bisa membayangkan, pria seperti apa yang cukup beruntung untuk ada di samping gue, waktu gue mengucapkan kalimat itu.

source: favim.com

No comments:

Post a Comment

feel free to feedback :)

There was an error in this gadget