Friday, May 10, 2013

#whatiremember : Masker


Kau duduk bersila bersamaku, menghadap cermin. 
Aku tersenyum dengan mataku dan kau menyeringai mengejek. Sepiring kecil adonan masker masih basah tergeletak di antara kita. Dan kau menatapku di cermin.

“rasanya dingin-dingin gitu ya?”

aku mengangguk geli. Ada penasaran di nada suaramu.

Aku mengambil piring maskernya dan memegangnya di depan wajahmu.

Kamu harus coba.. aku kirimkan telepati. Ada senyum geli 2 detik sebelum kuas maskernya menyapu wajahmu.



Dan disana, masker dingin di wajahku remuk perlahan. Menahan geli melihat wajah kita bermasker bengkuang – di depan cermin.



Jangan ngomong! Aku bertelepati lagi. Dan kau menunduk menahan tawa. Aku memandangimu, jauh dari kata gagah dengan masker itu. Tapi kau bersamaku, di closet mini ini. Melakukan hal bodoh yang nanti akan kita tertawakan bersama.



Kita berdua duduk menyender di lemari, menghadap dinding. Hening. Dan kau mulai mengetik di layar iPad.



Love to see you like that
              Kau serahkan ipadnya padaku.

You love me everyday
              Balasku

Even when you’re menyebalkan. Cuma ditahan aja. 
              Kau membalas lagi.

Me too
              Balasku singkat sambil mencubit perutnya. Masker keringnya luruh ke atas ipad. 
              Aku mengikik. 

Many times fight the feeling kalau kau lagi nagging. Nyatanya selalu ada cara/jalan that brings me back here. Again. And again. 
              Kau kembalikan lagi ipadnya ke tanganku, sebuah senyum lewat di matamu.

I thank you, then. 
              Aku tak menulis, itu terucap pelan di bibir kakuku,

Love this moment. 
              Katamu kembali di ipad

Funny, too. 
              Ujarku sambil masih mencoba menahan masker ini utuh selama mungkin.

I love you here, with me.  
              Tulisku, menutup pembicaraan di iPad. Kau mencium keningku pelan.



===================



aku menatap iPad di hadapan jendela, tulisan itu masih ada. Dan andai kau ada disini, kau akan tertawa bersamaku waktu mengingatnya.



Masih pukul 08.00 malam saat ku kunci pintu dan menyelinap ke balik selimut. Berharap ada kamu di pelupukku saat aku terlelap nanti.



Miss you too.

No comments:

Post a Comment

feel free to feedback :)

There was an error in this gadget