Friday, May 10, 2013

#whatiremember : Waving Gallery


Setumpuk catatan masih tergeletak di meja kantorku. Beberapa minutes meeting ini harus terkirim besok pagi. 3 meeting in a row dan semua hal yang terjadi di meeting itu harus tertulis dan dikirimkan ke client.

“hei masih banyak kerjaan nggak?” pesan di chat messenger muncul menutupi layar monitor.
“iya nih masih ada beberapa email lagi” balasku
“jam 10 cabut yuk” balasmu cepat
“setengah jam lagi? Mana selesai?” aku membalas lagi
“kalau selesai ya cabut kalau nggak, aku pulang duluan ya” katanya

aku memandang sekeliling. Aku tinggal sendirian di ruangan. di lantai atas mungkin masih ada orang tapi aku tidak akan diam saja kalau di atas juga ternyata kosong dan kamu satu-satunya manusia di gedung ini yang belum pulang.

Aku kerjakan semuanya kilat. 1 email terakhir dan BOOM!
“woy!” sebuah suara hampir membuatku terpental dari kursi
“e busyet!! Nggak bisa assalammualaikum gitu barangkali???” aku memegangi meja kuat-kuat, berharap tak perlu menendang apapun ke wajahmu.
“kalau aku pulang, kamu sendirian lho” kau menyender di cubicle-ku sambil membuat suara-suara sok seram.

......
“ini bukan jalan pulang kayanya” aku celingukan di dalam mobil
“siapa yang bilang mau nganter kamu pulang?” dia menyeringai di balik kemudi
dan aku pun sadar kata-kata “cabut” punya ribuan definisi.
Musik 30 Seconds to Mars menyalak keras dan tanganmu ribut mengetuk ngetuk setir. Aku tak kenal lagu ini hanya melihat judulnya di tampilan radio mobil tapi enak juga. Nanti aku tinggal minta MP3-nya.

“pernah keluar negeri?” tanyamu
“nope.” Jawabku singkat sambil menyadari kita baru saja masuk ke tol menuju bandara
“ingin pergi?” tanyamu lagi.
Aku mengangguk sambil bingung. “nggak punya paspor” jawabku singkat dan kau tergelak.

Turun dari mobil dengan bergegas, kau langsung menggandeng tanganku. Kau melewati banyak orang dengan gesit. Sampai tiba di terminal 1B.

Kau masih menggandengku menaiki tangga. Mulai kehilangan hiruk pikuk di terminal dan akhirnya hening. 

Hanya kita. 
Waving Gallery. 
aku bahkan tak tahu tempat ini ada.

“welcome to our first date” kau tersenyum dan langsung memandang lepas ke arah runway. Aku menatapmu sesaat sebelum tersenyum sendiri. Haha it’s a date?? Tangan kita berjauhan dan mata kita tidak memandangi satu sama lain. Tapi disana, hanya berdua, melihat pesawat lepas landas dan mendarat, adalah kencan aneh yang harus kubilang, istimewa.

Udara malam itu dingin, dan sesaat sebelum kelingkingmu menggamit kelingkingku, kau bilang.. “I love you. And I know you love me too.”


30 Seconds to Mars memekakkan telingaku. Sebungkus roti dan sebotol air minum menggantikanmu di sampingku. Sendiri di Waving Gallery. Aku pejamkan mata dan mengingat seperti apa rupamu di kencan pertama itu. I love you, and I know you love me too.

Miss you too.

No comments:

Post a Comment

feel free to feedback :)

There was an error in this gadget